
Ketua MPR Ahmad Muzani Harap Tegal Jadi Jepang hingga China
Ketua MPR Ahmad Muzani menyampaikan harapan besar agar Tegal mampu berkembang menjadi kawasan industri dan ekonomi yang maju, bahkan sejajar dengan negara-negara besar seperti Jepang dan China. Dalam pidatonya di hadapan ratusan warga dan tokoh masyarakat Tegal, Muzani menekankan bahwa Tegal memiliki semua potensi dasar yang di perlukan untuk menjadi “pusat kekuatan ekonomi baru” di Indonesia.
Muzani menguraikan, Jepang dan China dulu memulai pembangunan mereka dari kondisi yang jauh dari kemakmuran. Jepang pasca-Perang Dunia II adalah negara hancur, sedangkan China pada masa pra-modernisasi juga merupakan negara agraris dengan tingkat kemiskinan tinggi. Namun dengan semangat inovasi, kerja keras, dan tekad nasionalisme yang kuat, kedua negara itu berhasil bangkit dan menjadi kekuatan dunia.
“Tegal memiliki modal itu,” ujar Muzani dengan penuh keyakinan. Ia merujuk pada kekuatan sumber daya manusia (SDM) Tegal yang terkenal dengan keterampilannya, khususnya dalam bidang perbengkelan, manufaktur, serta industri kreatif berbasis kerajinan. Industri logam Tegal, contohnya, sudah di akui nasional bahkan ekspor ke beberapa negara.
Menurutnya, jika sektor-sektor tersebut di kembangkan secara sistematis melalui kebijakan yang berpihak kepada industri rakyat, maka bukan mustahil Tegal akan menjadi seperti Jepang yang bertransformasi dari industri kecil ke industri berteknologi tinggi, atau seperti China yang membangun pusat manufaktur skala dunia.
Ahmad Muzani juga mengingatkan pentingnya pembangunan karakter SDM Tegal agar siap menghadapi tantangan era globalisasi dan Revolusi Industri 4.0. Peningkatan kualitas pendidikan vokasi, pemberdayaan UMKM berbasis digital, serta dukungan infrastruktur modern menjadi beberapa langkah strategis yang dia soroti.
Ketua MPR Ahmad Muzani, bukan sekadar retorika. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Tegal untuk menumbuhkan mentalitas pekerja keras, inovatif, dan percaya diri, layaknya masyarakat Jepang dan China. “Kalau bangsa lain bisa, kenapa kita tidak?” tutupnya sambil di sambut tepuk tangan para hadirin.
Ketua MPR Ahmad Muzani Menilik Potensi Industri Lokal: Kekuatan Tersembunyi Tegal
Ketua MPR Ahmad Muzani Menilik Potensi Industri Lokal: Kekuatan Tersembunyi Tegal ternyata menyimpan potensi industri yang luar biasa. Ahmad Muzani dalam kunjungannya menyoroti bahwa kekuatan industri rakyat di Tegal ibarat “mutiara yang belum di poles.”
Industri logam Tegal adalah contoh nyata. Sejak masa kolonial Belanda, kota ini sudah di kenal sebagai basis pengrajin logam terbaik di Indonesia. Bengkel-bengkel kecil tersebar di hampir seluruh kecamatan, menghasilkan berbagai produk seperti onderdil mesin, peralatan pertanian, hingga suku cadang otomotif. Banyak perusahaan besar nasional, bahkan internasional, yang tanpa sadar menggunakan komponen hasil produksi pengrajin Tegal.
Selain itu, sektor perikanan di Tegal juga berkembang pesat. Dengan letak geografis di pesisir utara Jawa, Tegal menjadi salah satu pelabuhan ikan terbesar di Jawa Tengah. Produk olahan perikanan seperti ikan asin, seafood segar, hingga produk ekspor berbasis ikan juga berkontribusi besar bagi perekonomian daerah.
Ahmad Muzani menilai, jika sektor-sektor ini di dukung dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang lebih progresif — seperti bantuan modal usaha, pelatihan teknologi industri, penguatan branding produk lokal, serta kemudahan ekspor — maka transformasi besar bisa terjadi dalam waktu tidak terlalu lama.
“China sukses karena mampu mengubah desa-desa menjadi pusat manufaktur dunia. Tegal bisa seperti itu,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya kemitraan antara pengusaha kecil dengan perusahaan besar dalam model bisnis rantai pasok (supply chain) yang modern.
Muzani pun mengajak generasi muda Tegal untuk tidak malu melanjutkan tradisi industri rakyat ini. Justru dengan sentuhan inovasi teknologi, digitalisasi produksi, dan penetrasi pasar global, para pemuda Tegal bisa mengangkat warisan lokal menjadi kekuatan nasional bahkan internasional.
Pemerintah daerah, kata Muzani, juga perlu berperan aktif dengan membuka ruang-ruang inkubasi bisnis, memperbanyak pelatihan entrepreneurship, serta mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, pelabuhan, dan telekomunikasi yang mendukung aktivitas industri rakyat.
Strategi Besar: Pendidikan, Infrastruktur, Dan Digitalisasi
Strategi Besar: Pendidikan, Infrastruktur, Dan Digitalisasi, Ahmad Muzani menekankan bahwa untuk mewujudkan cita-cita besar ini, di perlukan strategi komprehensif yang mencakup tiga pilar utama: pendidikan, infrastruktur, dan digitalisasi.
Pertama, pendidikan.
Muzani menggarisbawahi bahwa tidak ada negara maju tanpa pendidikan yang unggul. Ia mendorong agar Pemkot Tegal meningkatkan akses dan kualitas pendidikan vokasi, khususnya di bidang teknik mesin, perikanan, digital marketing, dan manajemen industri. Ia mengusulkan agar pemerintah pusat membuka kampus-kampus baru berbasis teknologi di Tegal, seperti politeknik industri dan kampus wirausaha.
Kedua, infrastruktur.
Kemajuan Jepang dan China tidak terlepas dari investasi besar-besaran di bidang infrastruktur. Muzani mendorong pembangunan jalan tol, rel kereta cepat, dan pelabuhan modern di sekitar Tegal untuk mendukung mobilitas barang dan manusia. Dengan konektivitas yang baik, biaya logistik menurun dan daya saing industri lokal meningkat.
Ketiga, digitalisasi.
Era sekarang adalah era teknologi informasi. Muzani mengingatkan pentingnya digitalisasi industri rakyat. Bengkel-bengkel kecil harus mulai melek teknologi, dari penggunaan software desain produk, pemasaran lewat e-commerce, hingga sistem pembayaran digital. Pemerintah perlu menyediakan pelatihan masif serta akses internet murah dan cepat.
Ia juga menyebutkan pentingnya membangun kawasan industri berbasis digital, seperti “Smart Industrial Park” di Tegal. Dengan sistem digital, pengusaha kecil bisa bersaing di pasar global tanpa harus memiliki pabrik besar.
Dalam jangka pendek, Muzani mengusulkan program-program konkret seperti inkubasi bisnis berbasis startup, pelatihan digital marketing untuk UMKM, serta pengembangan aplikasi lokal untuk memasarkan produk-produk khas Tegal.
Menurutnya, bila ketiga strategi ini dijalankan simultan, bukan tidak mungkin Tegal dalam waktu 10–20 tahun bisa menjadi “Shenzhen Indonesia” — kota yang sebelumnya hanya berupa desa kecil di China dan kini menjadi pusat teknologi dunia.
Harapan Besar Untuk Tegal Dan Indonesia
Harapan Besar Untuk Tegal Dan Indonesia, ia mengingatkan bahwa perubahan besar tidak mungkin terjadi dalam semalam. Jepang butuh puluhan tahun untuk bangkit dari kehancuran, begitu pula China membutuhkan reformasi panjang untuk mencapai posisi sekarang.
Namun, kata dia, langkah pertama adalah memiliki visi besar dan kemauan kolektif. Ia mendorong masyarakat Tegal, terutama generasi muda, untuk bermimpi lebih tinggi dan berani berinovasi. Muzani yakin bahwa dengan semangat gotong royong, Tegal bisa menjadi contoh sukses pembangunan berbasis kekuatan rakyat.
“Tegal tidak boleh puas menjadi kota kecil yang nyaman. Tegal harus menjadi kota besar yang menginspirasi dunia,” ucapnya lantang. Ia menekankan bahwa perubahan itu harus di mulai hari ini, dari hal-hal kecil seperti memperbaiki etos kerja, menjaga kualitas produk, hingga berani memanfaatkan teknologi.
Muzani juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah, sektor swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat harus bersinergi. Setiap pihak harus mengambil peran aktif, bukan hanya menunggu kebijakan dari pusat. Dengan gotong royong semua pihak, Tegal bisa mencetak sejarah baru.
Berharap semangat ini tidak hanya untuk Tegal, tapi menjadi inspirasi untuk kota-kota lain di Indonesia. Jika banyak kota mampu bertransformasi seperti Jepang dan China, maka bukan mustahil Indonesia sendiri akan menjadi negara maju dan diperhitungkan di panggung dunia menurut Ketua MPR Ahmad Muzani.