
Rano Karno : Perjalanan Dari Dunia Hiburan Ke Panggung Politik
Rano Karno, Sosok Yang Telah Lama Di Kenal Publik Indonesia Sebagai Aktor Dan Sineas legendaris Dalam Industri Hiburan. Dan kini kembali menjadi sorotan setelah resmi menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Perjalanan kariernya yang unik dari dunia hiburan ke panggung politik menjadi inspirasi banyak orang. Lahir pada 8 Oktober 1960, Rano Karno mengawali kariernya di dunia seni peran sejak usia muda. Namanya melejit lewat perannya sebagai Si Doel dalam serial televisi Si Doel Anak Sekolahan. Yang tidak hanya sukses secara komersial tetapi juga menyentuh hati masyarakat karena menggambarkan kehidupan keluarga Betawi dengan jujur dan humanis.
Kesuksesan serial tersebut menjadikan Rano sebagai ikon budaya Betawi. Dan memperkuat citranya sebagai figur publik yang dekat dengan rakyat. Karier politik Rano Karno di mulai pada awal 2000-an ketika ia terjun ke dunia pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten pada 2007. Dan kemudian menjadi Gubernur Banten hingga 2017. Pengalamannya dalam pemerintahan membuatnya di kenal sebagai sosok yang tidak hanya mengandalkan popularitas. Tetapi juga memiliki visi dan komitmen dalam pelayanan publik. Kini, Rano Karno di percaya menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Dengan mendampingi Gubernur yang tengah menjabat Rano Karno.
Kehadirannya di kursi pemerintahan ibu kota di sambut beragam reaksi. Mulai dari antusiasme masyarakat yang mengenangnya sebagai “Si Doel”. Hingga harapan besar bahwa ia mampu membawa pendekatan yang lebih humanis. Dan membumi dalam kebijakan pemerintahan. Sebagai Wakil Gubernur, ia mengemban tanggung jawab besar dalam membantu mengatasi berbagai tantangan Jakarta, seperti kemacetan, banjir, hingga pengelolaan ruang publik yang inklusif. Ia juga di harapkan dapat menjembatani komunikasi antara pemerintah. Dan masyarakat dengan gaya kepemimpinannya yang akrab dan sederhana Rano Karno.
Merupakan Sosok Yang Di Kenal Luas Di Indonesia Sebagai Aktor
Langkah Rano Karno dari dunia seni ke birokrasi menunjukkan bahwa sosok publik yang di cintai rakyat bisa bertransformasi menjadi pemimpin yang melayani. Dengan pengalaman, popularitas dan kedekatannya dengan warga. Tentunya banyak pihak berharap Rano Karno mampu memberi warna baru dalam kepemimpinan Jakarta. Sebelumnya ia Merupakan Sosok Yang Di Kenal Luas Di Indonesia Sebagai Aktor, sutradara dan politikus. Perjalanan kariernya mencerminkan transformasi dari dunia seni peran ke dunia politik. Dengan kontribusi signifikan di kedua bidang tersebut. Dan memulai karier aktingnya pada usia 10 tahun melalui film Malin Kundang (1971). Namanya semakin di kenal setelah membintangi Si Doel Anak Betawi (1972). Yang kemudian berkembang menjadi serial televisi populer Si Doel Anak Sekolahan (1994–2003) yang ia tulis, sutradarai dan produseri sendiri.
Selain itu, perannya sebagai Galih dalam film Gita Cinta dari SMA (1979) juga memperkuat posisinya sebagai aktor remaja terkemuka pada masanya. Selama kariernya di dunia hiburan, ia telah membintangi lebih dari 70 film. Dan meraih berbagai penghargaan, termasuk Citra Award untuk Aktor Terbaik melalui film Taksi (1990). Kemudian memasuki dunia politik, Rano pertama kali menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari Fraksi Utusan Golongan tahun 1997. Dan di 2002, ia juga di tunjuk sebagai Duta Khusus UNICEF untuk bidang pendidikan. Lalu karier politiknya semakin berkembang ketika ia menjabat sebagai Wakil Bupati Tangerang saat 2008. Kemudian, di tahun 2012, ia terpilih sebagai Wakil Gubernur Banten mendampingi Ratu Atut Chosiyah. Setelah Ratu Atut tersandung kasus hukum. Ia di angkat menjadi Gubernur Banten 2015 hingga 2017.
Rano Karno Resmi Menjabat Sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta Sejak 20 Februari 2025
Selanjutnya ketika pemilihan umum legislatif 2024. Dan ia terpilih kembali sebagai anggota DPR RI. Namun memilih untuk tidak di lantik demi mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Pramono Anung dalam Pilkada 2024. Pasangan ini resmi mendaftar ke KPUD Jakarta 28 Agustus 2024. Setelah memenangkan Pilkada, Rano Karno Resmi Menjabat Sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta Sejak 20 Februari 2025. Dalam perannya ini, ia fokus pada isu-isu seperti normalisasi sungai untuk mitigasi banjir. Dan pembangunan tanggul laut raksasa guna mengatasi penurunan tanah di Jakarta. Maka perjalanan kariernya menunjukkan dedikasinya dalam melayani masyarakat, baik melalui seni maupun politik. Dari seorang aktor yang membintangi film-film ikonik. Hingga menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Tentunya ia terus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Alasan Rano Karno terjun ke dunia politik berkaitan erat dengan keinginannya untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, di luar perannya sebagai seniman. Dan telah lama di kenal sebagai tokoh yang dekat dengan rakyat melalui karya-karyanya di dunia perfilman dan televisi. Apalagi terutama lewat karakter Si Doel yang menggambarkan kehidupan rakyat kecil. Namun, ia menyadari bahwa pengaruh sebagai seniman memiliki batas. Dengan menjadi pejabat publik, ia bisa membuat keputusan yang langsung berdampak pada kehidupan masyarakat. “Saya ingin berbuat lebih banyak untuk masyarakat, bukan hanya melalui cerita fiksi,” ujar Rano dalam beberapa wawancara. Dengan tumbuh di lingkungan masyarakat Betawi dan menyaksikan langsung berbagai permasalahan sosial. Seperti pendidikan, kemiskinan dan ketimpangan pembangunan. Hal ini memotivasinya untuk ikut ambil bagian dalam perumusan kebijakan yang bisa membawa perubahan nyata.
Dunia Politik Memberinya Ruang Lebih Besar Untuk Mewujudkan Ide-Ide
Di tambah pengalaman panjangnya di dunia hiburan membuatnya memahami pentingnya komunikasi publik, empati dan pendekatan humanis. Ia percaya bahwa latar belakang tersebut menjadi modal penting dalam dunia politik. Dan terutama untuk membangun kedekatan dengan rakyat. Sebagai tokoh publik, Rano merasa bertanggung jawab untuk menggunakan pengaruhnya demi kepentingan banyak orang. Dunia Politik Memberinya Ruang Lebih Besar Untuk Mewujudkan Ide-Ide. Dan program sosial yang selama ini ia impikan. Singkatnya, ia terjun ke dunia politik bukan karena ambisi kekuasaan. Tapi melainkan karena dorongan kuat untuk melayani masyarakat secara lebih langsung dan konkret. Dengan semangat yang sama seperti ketika ia menghibur. Dan menyuarakan kehidupan rakyat melalui layar kaca. Sejak di lantik sebagai Wakil Gubernur, ia telah menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan tugasnya bersama Gubernur Pramono Anung. Pastinya mereka mengusung program percepatan 100 hari kerja dengan fokus pada berbagai sektor strategis untuk meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta.
Salah satu langkah awal yang di ambil adalah pengerukan semua kali. Dan sungai di Jakarta untuk mengurangi risiko banjir. Langkah ini melibatkan sekitar 5.000 petugas Penanganan Prasarana. Dan Sarana Umum (PPSU) dalam kegiatan “Parade Senja” untuk membersihkan saluran air secara masif. Kemudian ia juga memberikan perhatian khusus pada pemberdayaan penyandang disabilitas. Dan mengapresiasi program yang mendukung kemandirian dan partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan di Jakarta. Memanfaatkan latar belakangnya di dunia seni, Rano Karno memperkenalkan potensi Jakarta sebagai kota sinema. Langkah ini bertujuan untuk mempererat kerja sama dengan pelaku industri kreatif. Dan menjadikan Jakarta sebagai pusat produksi film yang berdaya saing. Kini secara keseluruhan, kinerja menunjukkan upaya nyata dalam mewujudkan visi Jakarta yang lebih inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan Rano Karno.