
Pakar UGM: Seng Lebih Unggul Dari Genteng, Ini Alasannya!
Pakar UGM: Seng Lebih Unggul Dari Genteng, Ini Alasannya Yang Membuatnya Menarik Dari Sorotan Para Ahlinya. Perdebatan soal atap rumah seringkali di anggap sepele. padahal dampaknya sangat besar terhadap kenyamanan, biaya perawatan. Terlebihnya hingga ketahanan bangunan. Selama bertahun-tahun, genteng identik dengan rumah-rumah di Indonesia. Namun belakangan, penggunaan atap seng kembali naik daun dan mulai di lirik sebagai pilihan utama. Menariknya, sejumlah Pakar UGM menilai seng justru memiliki keunggulan signifikan. Jika di bandingkan dengan genteng dalam konteks tertentu. Pandangan ini tentu memancing diskusi. Seng yang dulu di anggap panas dan berisik kini mengalami banyak inovasi. Transisi teknologi material bangunan membuat stigma lama mulai terpatahkan. Berdasarkan penjelasan Pakar UGM, ada beberapa alasan kuat mengapa seng di nilai lebih unggul di banding genteng. Terutama untuk hunian masa kini.
Lebih Ringan Dan Aman Untuk Struktur Bangunan
Alasan pertama yang di soroti adalah bobot material Lebih Ringan Dan Aman Untuk Struktur Bangunan. Seng memiliki berat yang jauh lebih ringan di banding genteng tanah liat atau beton. Perbedaan ini berdampak langsung pada struktur bangunan secara keseluruhan. Rumah dengan atap ringan tidak membutuhkan rangka yang terlalu besar dan kompleks. sehingga risiko kerusakan struktural bisa di tekan. Dalam konteks wilayah rawan gempa, keunggulan ini menjadi sangat penting. Beban atap yang lebih ringan akan mengurangi gaya inersia saat gempa terjadi. Artinya, potensi runtuhnya bangunan bisa di minimalkan.
Transisi ke material atap yang lebih ringan seperti seng di nilai sebagai langkah adaptif terhadap kondisi geografis Indonesia. Selain itu, proses pemasangan seng juga relatif lebih cepat dan efisien. Dengan lembaran besar dan sistem pemasangan yang sederhana. Dan waktu pembangunan bisa di persingkat. Hal ini tentu berpengaruh pada efisiensi biaya tenaga kerja. Menurut ahlinya, kombinasi antara bobot ringan dan kemudahan instalasi. Maka yang menjadikan seng unggul dari sisi teknis dan keselamatan.
Efisiensi Biaya Dan Perawatan Jangka Panjang
Alasan kedua berkaitan dengan aspek ekonomi. Seng di nilai lebih Efisiensi Biaya Dan Perawatan Jangka Panjang. Harga seng relatif stabil dan kompetitif, terutama jika di bandingkan dengan genteng berkualitas tinggi. Dan yang harganya bisa melonjak cukup signifikan. Genteng memang di kenal awet, tetapi tidak lepas dari risiko retak, bergeser, atau pecah akibat cuaca ekstrem. Jika satu bagian rusak, proses perbaikannya seringkali memakan waktu dan biaya tambahan. Seng, di sisi lain, lebih fleksibel dan minim sambungan.
Sehingga risiko kebocoran akibat pergeseran material lebih kecil. Transisi ke atap seng juga mengurangi biaya perawatan rutin. Dengan teknologi pelapisan anti karat yang semakin baik, umur pakai seng kini jauh lebih panjang di bandingkan beberapa dekade lalu. Ahlinya menekankan bahwa jika di pasang dengan benar dan menggunakan material berkualitas. Dan seng bisa menjadi solusi ekonomis tanpa mengorbankan ketahanan.
Adaptif Terhadap Iklim Dan Teknologi Modern
Alasan ketiga yang membuat seng di nilai unggul adalah kemampuannya Adaptif Terhadap Iklim Dan Teknologi Modern. Stigma seng sebagai material panas kini mulai terpatahkan berkat inovasi lapisan reflektif dan sistem insulasi tambahan. Seng modern mampu memantulkan panas matahari dengan lebih efektif. Sehingga suhu di dalam rumah tetap terjaga. Di daerah dengan curah hujan tinggi, seng juga menawarkan keunggulan dalam sistem aliran air. Permukaannya yang licin membuat air hujan cepat mengalir, mengurangi risiko rembesan. Transisi ini sangat relevan untuk kawasan urban yang membutuhkan sistem atap praktis dan efisien.
Selain itu, seng lebih mudah di kombinasikan dengan teknologi ramah lingkungan, seperti pemasangan panel surya. Struktur atap seng yang ringan dan rata memudahkan instalasi sistem energi terbarukan. Dan ahli menilai hal ini sebagai nilai tambah penting di era pembangunan berkelanjutan. Pada akhirnya, pilihan antara seng dan genteng tetap harus di sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi bangunan. Namun berdasarkan kajian teknis, ekonomi, dan adaptasi iklim. Maka seng memiliki keunggulan yang tidak bisa di abaikan. Seperti yang di tegaskan ahli, material bangunan ideal bukan soal tradisi. Namun melainkan soal fungsi, keselamatan, dan keberlanjutan di masa depan dari penjelasan Pakar UGM.