Mahasiswi Tewas Akibat Kecelakaan Tunggal di Jalan Ibrahim Adjie

Mahasiswi SD (20) di Kenal Sebagai Sosok Aktif di Kampus dan Lingkungan Sekitarnya, Ramah, Cerdas, Penuh Semangat Belajar dan Berorganisasi

Mahasiswi SD (20) di Kenal Sebagai Sosok Aktif di Kampus dan Lingkungan Sekitarnya, Ramah, Cerdas, Penuh Semangat Belajar dan Berorganisasi. Teman-teman dan dosen mengenang korban sebagai pribadi ceria dan rajin, yang kerap mengikuti berbagai kegiatan akademik dan organisasi mahasiswa. Kehilangan mendadak ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman, serta civitas akademika, sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara, terutama di malam hari.

Seorang Mahasiswi berinisial SD (20) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Ibrahim Adjie, tepatnya di depan Kiara Artha Park, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, pada Minggu malam (4/1/2026) sekitar pukul 22.40 WIB. Insiden ini langsung menjadi perhatian warga dan pihak kepolisian karena terjadi di salah satu ruas jalan utama yang ramai di lintasi kendaraan pada malam hari.

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Fiekry Adi Perdana, memaparkan kronologi kecelakaan tersebut. Menurutnya, mahasiswi itu melaju dari arah utara ke selatan dengan kecepatan sedang hingga tinggi. Diduga, korban sempat tertidur sesaat di tengah perjalanan sehingga kehilangan kendali. Akibatnya, sepeda motornya menabrak median jalan dan menghantam pohon yang berada di atasnya, sehingga mahasiswi tersebut meninggal di lokasi kejadian.

Petugas kepolisian segera mengevakuasi jenazah mahasiswi ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kendaraan yang dikendarai mengalami kerusakan parah pada bodi depan dan samping. Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama para mahasiswa dan mahasiswi, agar selalu menjaga kondisi fisik saat berkendara di malam hari.

Kronologi Kecelakaan dan Dugaan Faktor Penyebab

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Fiekry Adi Perdana, menjelaskan kronologi kecelakaan yang menimpa SD (20) kepada wartawan. Kronologi Kecelakaan dan Dugaan Faktor Penyebab menunjukkan bahwa korban melaju dari arah utara ke selatan di Jalan Ibrahim Adjie dengan kecepatan tinggi. di duga microsleep terjadi saat pengendara tidak fokus, sehingga kehilangan kontrol kendaraannya. Akibatnya, sepeda motor menabrak median pembatas jalan dan sebuah pohon yang berada di atas median, menimbulkan kerusakan parah pada kendaraan dan luka fatal bagi korban.

Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa terjadi ketika SD melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Microsleep di duga menjadi faktor utama kecelakaan, di mana pengendara kehilangan kesadaran sementara sehingga tidak mampu mengendalikan sepeda motornya. Peristiwa ini berlangsung sangat cepat, dan sebagian besar pengendara yang melintas tidak sempat bereaksi untuk menghindar.

Menurut saksi mata, suara benturan terdengar jelas dari dalam rumah warga sekitar. Salah satu warga yang berada di dekat lokasi menyatakan bahwa sebelum tabrakan, sepeda motor melaju lurus tanpa perubahan arah atau pengereman yang signifikan. Hal ini menguatkan dugaan bahwa pengemudi sempat kehilangan kesadaran sesaat.

Polisi melakukan pendataan di lokasi untuk memastikan tidak ada faktor lain, seperti kondisi jalan atau pencahayaan, yang turut berkontribusi pada kecelakaan. Jalan Ibrahim Adjie memang memiliki median dengan pohon di atasnya, sehingga benturan menjadi fatal ketika kendaraan menabrak median. Polisi juga memeriksa kondisi sepeda motor, termasuk rem dan lampu, untuk menyingkirkan kemungkinan faktor teknis sebagai penyebab utama.

Selain itu, polisi memasang rambu peringatan sementara dan mengatur arus lalu lintas agar kendaraan lain bisa melintas dengan aman. Tim forensik memotret lokasi kejadian untuk dokumentasi lebih lanjut. Semua langkah ini bertujuan memastikan penyelidikan berjalan lancar dan mencegah kecelakaan susulan.

Penanganan di TKP

Penanganan di TKP di lakukan cepat oleh aparat kepolisian untuk meminimalkan risiko gangguan lalu lintas. Langkah ini juga memastikan keselamatan pengendara lain tetap terjaga. Dampak kecelakaan terlihat jelas. Kendaraan korban mengalami kerusakan parah di bagian depan dan samping. Median jalan serta pohon di lokasi tumbukan juga rusak. Proses evakuasi dan pendataan dilakukan dengan cermat. Semua bukti fisik dan kondisi lapangan dicatat secara lengkap. Pendataan ini membantu kepolisian memahami penyebab kecelakaan.

Tim kepolisian langsung menutup sebagian ruas jalan untuk memastikan evakuasi korban dan pengaturan arus lalu lintas berjalan aman. Tim forensik melakukan pendataan dan dokumentasi, termasuk memotret posisi kendaraan, median, dan pohon yang menjadi titik tumbukan. Hal ini penting untuk menentukan kronologi tabrakan secara akurat.

Selain itu, petugas melakukan pemeriksaan awal terhadap kendaraan dan jasad korban di lokasi. Keluarga korban turut hadir dan mendapatkan pendampingan dari aparat kepolisian. Proses evakuasi berjalan tertib, meskipun arus lalu lintas sempat tersendat di sekitar lokasi kejadian.

Kecelakaan ini menimbulkan kepedulian masyarakat terkait keselamatan berkendara di malam hari. Beberapa warga menekankan bahwa jalan dengan median yang di tempeli pohon atau tiang pembatas rentan memicu cedera fatal jika kendaraan menabraknya. Insiden SD menjadi peringatan penting bagi pengendara lain agar selalu waspada, terutama saat melintasi ruas jalan yang ramai dan minim pencahayaan.

Selain korban meninggal, kendaraan mengalami kerusakan serius. Bodinya penyok di bagian depan dan samping, sebagian komponen patah akibat benturan keras. Perbaikan sepeda motor di perkirakan memerlukan biaya tinggi, sementara korban tidak sempat mendapatkan pertolongan medis di lokasi karena kondisi luka parah.

Petugas kepolisian dan tim forensik mendata lokasi untuk memastikan kronologi kecelakaan. Posisi kendaraan, median, dan titik tumbukan di catat. Data ini penting untuk mengetahui penyebab pasti dan meningkatkan keselamatan pengendara lain.

Imbauan Keselamatan Berkendara

Imbauan Keselamatan Berkendara di sampaikan Polrestabes Bandung kepada seluruh pengendara, terutama pengguna sepeda motor, agar selalu waspada di jalan raya. Fokus utama adalah upaya pencegahan, seperti menjaga konsentrasi, menghindari berkendara saat mengantuk, dan memastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum di gunakan. Dengan langkah ini, risiko kecelakaan akibat kelalaian atau microsleep dapat di minimalkan, sekaligus meningkatkan keselamatan seluruh pengguna jalan.

Polrestabes Bandung menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik sebelum berkendara. Istirahat cukup, menghindari kelelahan, serta mengonsumsi makanan atau minuman yang membuat tetap terjaga menjadi hal mendasar untuk mencegah microsleep.

Pengaturan kecepatan saat berkendara malam hari juga harus di perhatikan. Jalan yang minim penerangan, median, atau pohon di dekat jalur kendaraan membutuhkan konsentrasi tinggi. Kesadaran pengendara untuk tidak memaksakan diri ketika mengantuk dapat mengurangi risiko kecelakaan fatal, seperti yang menimpa SD.

Polisi mendorong edukasi keselamatan berkendara melalui kampanye tertib lalu lintas. Penggunaan helm standar SNI, jaket reflektif, dan jarak aman antar kendaraan menjadi langkah pencegahan efektif. Masyarakat juga di sarankan menggunakan jalur alternatif atau transportasi umum bila merasa lelah.

Dalam jangka panjang, pihak berwenang akan mengevaluasi titik-titik rawan kecelakaan di Kota Bandung. Penempatan median, penerangan jalan, serta rambu peringatan akan di tinjau untuk meminimalkan risiko bagi pengendara. Edukasi masyarakat dan pengawasan rutin di lapangan menjadi kunci untuk menekan angka kecelakaan, khususnya yang di sebabkan human error seperti microsleep.

Langkah-langkah ini di harapkan dapat meningkatkan keselamatan jalan secara menyeluruh dan memberikan perlindungan lebih bagi pengendara rentan. Terutama bagi mereka yang sering bepergian malam hari untuk kuliah, organisasi, atau kegiatan kampus, sehingga risiko kecelakaan akibat kelelahan atau microsleep dapat di minimalkan bagi Mahasiswi.