Bantahan RK: Klaim Tak Tahu Korupsi Iklan Bank BJB

Bantahan RK: Klaim Tak Tahu Korupsi Iklan Bank BJB

Bantahan RK: Klaim Tak Tahu Korupsi Iklan Bank BJB Yang Menyeret Sosoknya Dalam Kasus Penyuapan-Penyuapan Tersebut. Selamat pagi, para pembaca yang kritis dan antusias terhadap isu-isu publik! Tentu skandal dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB telah menjadi sorotan tajam. Kemudian juga mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap institusi keuangan daerah. Namun, fokus perbincangan kini tertuju pada mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Terlebih yang memberikan respons mengejutkan dan kontroversial. Dan alih-alih memberikan klarifikasi mendalam, Bantahan RK, mengklaim bahwa dirinya sama sekali tidak tahu menahu mengenai praktik rasuah. Tentunya dalam pengadaan iklan tersebut. Klaim “tidak tahu” ini, tentu saja, langsung memicu gelombang pertanyaan dan spekulasi di ruang publik.  Ataukah klaim ini merupakan strategi untuk melepaskan diri dari pusaran masalah hukum yang kian memanas? Mari kita telaah lebih jauh implikasi dari pernyataannya dan apa artinya bagi penegakan hukum dan transparansi pemerintahan!

Mengenai ulasan tentang Bantahan RK: klaim tak tahu korupsi iklan Bank BJB telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.

Setelah Di Periksa Oleh KPK, Ia Tak Tahu Detail

Setelah memenuhi panggilan penyidik KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB. Ridwan Kamil menyampaikan bahwa ia sama sekali tidak mengetahui detail perkara yang sedang di usut. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat ia tidak pernah menerima laporan mengenai proses pengadaan iklan. Baik dari direksi maupun komisaris Bank BJB. Serta pejabat BUMD yang membawahi perusahaan tersebut. Dan sosoknya menekankan bahwa urusan teknis. Terlebihnya seperti penunjukan agensi iklan, mekanisme pengadaan. Kemudian hingga nilai kontrak berada sepenuhnya pada kewenangan internal Bank BJB. Namun bukan pada gubernur sebagai pembina umum BUMD. Karena itu, ia menyatakan tidak terlibat, tidak mengetahui. Serta tidak menikmati apa pun yang berkaitan dengan aliran dana. Namun demikian, KPK memberikan tanggapan yang lebih berhati-hati terhadap pernyataan tersebut.

Bantahan RK: Klaim Tak Tahu Korupsi Iklan Bank BJB Yang Menyeret Sosoknya

Kemudian juga masih membahas Bantahan RK: Klaim Tak Tahu Korupsi Iklan Bank BJB Yang Menyeret Sosoknya. Dan fakta lainnya adalah:

Ia Tak Pernah Terima Laporan Dari Direksi, Komisaris, Atau Kepala Biro BUMD

Sosoknya menjelaskan bahwa selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Dan ia tidak pernah mendapatkan laporan resmi dari direksi maupun komisaris Bank BJB. Terlebih yang termasuk dari Kepala Biro BUMD yang bertugas melakukan pengawasan. Kemudian komunikasi antara pemerintah daerah dan perusahaan daerah. Menurutnya, seluruh informasi mengenai pengadaan iklan, penunjukan agensi, nilai anggaran. maupun proses teknis di dalam Bank BJB tidak pernah di sampaikan kepadanya dalam bentuk laporan tertulis, paparan, atau pemberitahuan informal. Karena tidak ada satu pun dari unsur pimpinan BJB ataupun biro pengawas BUMD yang memberi laporan. Kemudian ia menyimpulkan bahwa dirinya tidak mengetahui proses yang kini menjadi kasus dugaan korupsi tersebut. Pernyataan ini ia tegaskan setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh KPK.

Serta dengan menambahkan bahwa ia tidak terlibat dalam aktivitas operasional BUMD. Dan tidak pernah menerima atau menikmati aliran dana yang di duga di selewengkan. Namun, keterangan tersebut tidak serta-merta mengakhiri penelusuran pihak penyidik. KPK menegaskan bahwa pernyataan “tidak pernah menerima laporan” masih harus di uji melalui dokumen, catatan internal perusahaan. Serta keterangan saksi lain. Sebab, penyidik menemukan indikasi bahwa beberapa kegiatan dan kebijakan pengadaan Bank BJB pada periode. Terlebih yang di periksa di duga pernah di sampaikan kepada unsur pimpinan pemerintahan daerah melalui jalur pelaporan rutin atau forum tertentu. Ketidaksesuaian antara klaim tidak pernah mendapat laporan. Dan temuan awal dari saksi lain membuat posisi keterangan tersebut menjadi sesuatu yang harus di verifikasi lebih jauh. Untuk itu, KPK melanjutkan pemeriksaan, menelusuri notulensi rapat, laporan BUMD. Kemudian juga dengan alur komunikasi internal, serta jejak administrasi.

Ridwan Kamil Sanggah Tahu Penyuapan Pengadaan Ads Bank BJB

Selain itu, masih membahas Ridwan Kamil Sanggah Tahu Penyuapan Pengadaan Ads Bank BJB. Dan fakta lainnya adalah:

Ia Mengklaim Tak Terlibat, Tidak Mengetahui, Dan Tak Menikmati

Setelah menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Sosoknya memberikan penjelasan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui perihal dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB. Terlebih yang kini tengah menjadi fokus penyidikan. Ia menggambarkan posisinya sebagai gubernur yang pada masa itu hanya berperan dalam memberikan arahan makro. Dan kebijakan umum kepada Badan Usaha Milik Daerah. Sementara pengelolaan operasional Bank BJB termasuk anggaran, kerja sama iklan, dan penunjukan pihak ketiga. Dan merupakan kewenangan penuh manajemen bank. Menurutnya, karena ia tidak pernah menerima laporan resmi terkait program pengadaan iklan tersebut, ia pun tidak memiliki pengetahuan mendetail mengenai prosesnya. Apalagi keterlibatannya dalam pengambilan keputusan. Dalam penuturannya, ia menekankan bahwa laporan-laporan semacam itu hanya dapat di ketahui bila di sampaikan oleh direksi, komisaris, atau biro BUMD.

Akan tetapi sepanjang periode terkait, laporan tentang proyek iklan tersebut tidak pernah sampai kepadanya. Ia juga menegaskan bahwa ia tidak memiliki peran apa pun dalam mekanisme pengadaan yang kini di selidiki. Dan karena tidak terlibat dalam prosesnya, ia merasa wajar apabila ia tidak mengetahui dugaan penyimpangan yang terjadi. Ia menjelaskan bahwa ia tidak ikut menentukan nilai anggaran, vendor, maupun alur pembayaran. Sehingga ia menolak anggapan bahwa kebijakan atau instruksi darinya dapat berkaitan langsung dengan dugaan praktik koruptif tersebut. Di sisi lain, ia turut mengklarifikasi isu mengenai aset. Atau barang yang sempat di kaitkan dengan dirinya. Serta menyatakan bahwa seluruh aset pribadi yang di milikinya di beli dengan uangnya sendiri. Namun bukan berasal dari dana Bank BJB atau hasil dari proyek iklan yang sedang di selidiki. Pernyataannya ia sampaikan sebagai bentuk penegasan tak menikmati keuntungan apapun.

Ridwan Kamil Sanggah Tahu Penyuapan Pengadaan Ads Bank BJB Yang Saat Ini Di Sorot

Selanjutnya juga masih membahas Ridwan Kamil Sanggah Tahu Penyuapan Pengadaan Ads Bank BJB Yang Saat Ini Di Sorot. Dan fakta lainnya adalah:

Kasus Ini Menyangkut Dana Pengadaan Periode 2021–2023

Kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB yang kini di selidiki KPK berakar pada aktivitas pemasangan iklan. Dan promosi bank tersebut dalam rentang waktu 2021 hingga 2023. Pada periode itu, Bank BJB menjalankan berbagai program komunikasi publik, kampanye branding. Serta penguatan eksposur media. Namun di balik kegiatan pemasaran tersebut, penyidik menduga adanya penyimpangan. Terlebihnya dalam proses pengadaan yang dilakukan oleh pihak internal bank. Terutama terkait penunjukan agensi dan pengalokasian anggaran iklan. Di duga terdapat praktik penunjukan langsung yang tidak sesuai prosedur, mark-up biaya promosi. Serta aliran dana yang keluar dari jalur administratif normal.

Sehingga menimbulkan kerugian negara yang nilainya signifikan. Pola penyimpangan inilah yang kemudian menyebabkan KPK melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap transaksi. Dan dokumen kontrak, serta seluruh proses pengadaan selama tiga tahun tersebut. Dalam pemeriksaan saksi-saksi, KPK menemukan bahwa sebagian dana iklan yang harusnya di gunakan. Terlebihnya untuk pembayaran tayangan media justru di alihkan ke pos anggaran lain. Bahkan di duga masuk ke pos non-bujeter yang tidak boleh di gunakan untuk kepentingan operasional tertentu. Periode 2021–2023 menjadi fokus karena pada rentang itu terdapat peningkatan aktivitas promosi. Serta yang tidak sepenuhnya di ikuti mekanisme pengadaan yang sesuai dengan peraturan internal bank maupun regulasi BUMD. Penyidik mendalami bagaimana anggaran di tetapkan. Terlebih bagaimana vendor di pilih, serta bagaimana laporan pertanggungjawaban di buat.

Jadi itu dia beberapa fakta dan sosoknya klaim tak tahu korupsi iklan Bank BJB terkait dari Bantahan RK.