
Jakarta Tuan Rumah Forum Ekonomi ASEAN 2025
Jakarta Tuan Rumah Forum Ekonomi ASEAN 2025, sebuah perhelatan ekonomi bergengsi yang mempertemukan para pemimpin negara anggota, pelaku usaha, investor, dan pakar ekonomi dari kawasan Asia Tenggara. Penunjukan ini di umumkan secara resmi oleh Sekretariat ASEAN pada Februari lalu, dan di sambut positif oleh pemerintah Indonesia sebagai peluang strategis untuk memperkuat peran regional dalam dinamika ekonomi global.
Acara ini di jadwalkan berlangsung pada minggu kedua November 2025, dengan pusat kegiatan di Jakarta Convention Center (JCC) dan beberapa lokasi satelit di area Sudirman Central Business District (SCBD). Forum ini akan mengusung tema “Transformasi Ekonomi Digital dan Hijau: Pilar Masa Depan ASEAN”, menandai pergeseran fokus ASEAN dari pertumbuhan tradisional ke arah yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers menyatakan bahwa Indonesia siap memfasilitasi kolaborasi antarnegara anggota ASEAN untuk memperkuat rantai pasok kawasan, memperluas integrasi ekonomi digital, serta mendorong transisi energi bersih. Jakarta di pilih karena di anggap memiliki infrastruktur yang memadai, rekam jejak sebagai penyelenggara acara internasional, dan posisi strategis sebagai jantung ekonomi Indonesia.
Forum Ekonomi ASEAN 2025 di prediksi akan di hadiri lebih dari 5.000 delegasi dari 10 negara anggota serta mitra strategis seperti Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Uni Eropa. Berbagai diskusi panel, business matching, hingga penandatanganan nota kesepahaman (MoU) lintas sektor akan mewarnai rangkaian acara.
Jakarta Tuan Rumah dalam konteks geopolitik, penunjukan Jakarta sebagai tuan rumah forum ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan diplomatik dan ekonomi regional. Keberhasilan penyelenggaraan forum ini dapat memperkuat kepemimpinan Indonesia dalam membentuk arah kebijakan ekonomi ASEAN yang lebih progresif di tengah ketidakpastian global.
Fokus Utama Forum: Ekonomi Digital Dan Transisi Energi Bersih
Fokus Utama Forum: Ekonomi Digital Dan Transisi Energi Bersih mengusung dua fokus utama yang mencerminkan tantangan dan peluang kawasan saat ini: transformasi digital ekonomi dan transisi menuju energi bersih. Isu-isu tersebut di nilai sangat relevan mengingat potensi besar Asia Tenggara sebagai pasar digital yang berkembang pesat dan kebutuhan mendesak untuk menanggulangi perubahan iklim.
Pertumbuhan ekonomi digital di ASEAN dalam beberapa tahun terakhir sangat signifikan. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2024, nilai ekonomi digital kawasan telah melampaui USD 200 miliar dan di prediksi mencapai USD 300 miliar pada 2025. Indonesia, sebagai pasar digital terbesar di ASEAN, akan menjadi sorotan utama dalam forum ini dengan membagikan praktik terbaik dalam pengembangan ekosistem fintech, e-commerce, dan sistem pembayaran digital.
Topik yang akan di bahas meliputi penguatan infrastruktur digital lintas batas, keamanan siber, perlindungan data konsumen, hingga adopsi kecerdasan buatan (AI) dalam rantai pasok industri. Selain itu, pentingnya inklusi digital dan literasi teknologi di kawasan juga akan menjadi perhatian, terutama dalam menjembatani kesenjangan antara pelaku usaha besar dan UMKM.
Sementara itu, isu transisi energi bersih menjadi semakin mendesak di tengah meningkatnya tekanan global untuk mengurangi emisi karbon. ASEAN, yang selama ini bergantung pada bahan bakar fosil, kini di dorong untuk mempercepat adopsi energi terbarukan. Dalam forum ini, akan di bahas strategi bersama untuk memperluas penggunaan panel surya, pembangkit listrik tenaga angin, dan pengembangan teknologi hidrogen hijau.
Indonesia akan mempresentasikan kemajuan proyek Kawasan Industri Hijau Kalimantan Utara dan roadmap transisi energi nasional yang menargetkan net-zero emission pada 2060. Di sisi lain, Singapura dan Thailand akan berbagi pengalaman mereka dalam perdagangan karbon dan investasi energi berkelanjutan.
Selain diskusi tingkat tinggi, forum ini juga akan menyelenggarakan pameran teknologi hijau dan digital, mempertemukan startup dengan investor regional. Diharapkan akan lahir berbagai kerja sama konkret yang dapat mengakselerasi transformasi ekonomi kawasan secara kolektif dan seimbang.
Peluang Ekonomi Untuk Indonesia Sebagai Jakarta Tuan Rumah: Investasi, UMKM, Dan Pariwisata
Peluang Ekonomi Untuk Indonesia Sebagai Jakarta Tuan Rumah: Investasi, UMKM, Dan Pariwisata membuka peluang ekonomi besar bagi Indonesia. Tidak hanya dalam bentuk diplomasi dagang, tetapi juga dari aspek investasi langsung, promosi UMKM, hingga sektor pariwisata. Pemerintah memanfaatkan momen ini untuk menunjukkan kesiapan Indonesia sebagai tujuan investasi yang kompetitif dan ramah bisnis.
Kementerian Investasi menargetkan penandatanganan kesepakatan investasi senilai lebih dari USD 12 miliar selama forum berlangsung. Sektor-sektor prioritas meliputi manufaktur hijau, teknologi digital, kendaraan listrik, dan infrastruktur energi. Jakarta akan menjadi etalase kemajuan ekonomi nasional, dengan penyediaan paviliun khusus bagi 10 provinsi yang memamerkan proyek strategis mereka.
Sektor UMKM juga mendapat perhatian khusus. Lebih dari 200 pelaku usaha mikro dan menengah dari seluruh Indonesia di undang untuk berpartisipasi. Dalam “ASEAN SME Expo”, yang berlangsung paralel dengan forum utama. Mereka akan mendapatkan akses untuk bertemu dengan. Calon mitra dagang, investor, dan juga sesi pelatihan intensif tentang ekspor produk ke pasar ASEAN.
Bagi sektor pariwisata, forum ini menjadi ajang promosi global. Kementerian Pariwisata menggandeng Pemprov DKI Jakarta dan pelaku industri untuk menggelar. Rangkaian event budaya, tur kota, dan culinary night bagi para delegasi. Tempat-tempat ikonik seperti Kota Tua, Monas, dan Taman Mini akan menjadi lokasi destinasi unggulan.
Jakarta sebagai kota metropolitan modern akan di tampilkan sebagai pusat mobilitas ekonomi, dengan fasilitas hotel berbintang. Transportasi publik yang terintegrasi (termasuk MRT dan LRT), serta layanan berbasis teknologi. Ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan konsep Smart City Jakarta 2030 kepada para investor dan pemimpin kota ASEAN lainnya.
Pemerintah juga mempersiapkan sistem logistik dan keamanan tingkat tinggi untuk memastikan kenyamanan para peserta. Ribuan personel gabungan TNI-Polri akan di kerahkan, dan pusat komando khusus didirikan untuk memantau semua kegiatan forum secara real time.
Kolaborasi Regional Dan Harapan Masa Depan ASEAN
Kolaborasi Regional Dan Harapan Masa Depan ASEAN tidak sekadar menjadi ajang pamer kekuatan ekonomi negara anggota. Tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas dan kolaborasi regional di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Dari perang dagang, ketegangan geopolitik, hingga krisis iklim, ASEAN dituntut bersatu dalam memperjuangkan kepentingan kolektif.
Salah satu agenda utama dalam forum adalah penyusunan kerangka kerja ASEAN Economic Vision 2045. Yang akan memuat arah kebijakan jangka panjang bagi pembangunan ekonomi kawasan. Dokumen ini diharapkan menjadi pedoman strategis untuk menjawab. Tantangan masa depan dan mengarahkan ASEAN menuju ekonomi yang tangguh, hijau, dan inklusif.
ASEAN, dengan total populasi lebih dari 680 juta jiwa dan PDB gabungan. Mencapai USD 4 triliun, memiliki potensi besar menjadi kekuatan ekonomi global. Namun, disparitas antarnegara anggota, birokrasi, dan minimnya integrasi kebijakan masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, forum ini menjadi panggung penting untuk mendorong harmonisasi regulasi dan percepatan konektivitas regional.
Selain pembahasan ekonomi, Forum Ekonomi ASEAN 2025 juga menyinggung isu lintas sektor. Seperti pendidikan vokasi, ketahanan pangan, serta kerja sama di bidang kesehatan pascapandemi. Delegasi dari negara-negara mitra seperti India, Australia, dan Kanada juga akan ikut serta dalam beberapa sesi dialog terbuka.
Harapan besar tertuju pada generasi muda ASEAN. Dalam sesi “Youth Economic Dialogue”, para pemimpin muda dari seluruh kawasan akan menyampaikan aspirasi mereka. Terkait masa depan ekonomi ASEAN yang adil dan berkelanjutan. Inisiatif seperti pertukaran pelajar, program magang lintas negara, dan jaringan inkubator startup ASEAN menjadi bagian dari rekomendasi mereka.
Secara keseluruhan, keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan Forum Ekonomi ASEAN 2025 akan menandai tonggak penting. Bagi diplomasi ekonomi nasional dan memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat pertumbuhan regional. Lebih dari sekadar seremoni, forum ini menjadi landasan nyata bagi pembangunan ekonomi. Kawasan yang terintegrasi dan bertumpu pada solidaritas antarbangsa dari Jakarta Tuan Rumah.